Bahagia dipucuk jenuhku

10.5
Sedari fajar menyapa
ada perasaan berkecamuk yang tak bisa kujelaskan
lelah, jenuh, ingin menangis bahkan berteriak
ada yang tak biasa
entah kenapa hari ini aku sama sekali tak menunggu notifikasi pesan darimu
seperti halnya yang biasa kulakukan
bahkan melihat lalu-lalangmu seolah biasa saja
tak ada semangat hari ini
hingga saat senja menyapa pun kurasa jadi biasa
tak menarik
hanya sekedar jingga tak menawan yang perlahan menghitam
notifikasi pesanmu tiba-tiba datang bersama sebuah pertanyaan
entah dari manakau tau kebimbanganku
yang akhirnya memaksa jenuhku tak terbendung
lalu, gerimis jatuh dari mataku sendiri
namun ada yang masih sulit kupercaya
katamu, kau merasakan hal yang sama sepertiku
tak bercandakah kau tuan??
jagan bermain dengan hatiku
aku ini siapa?
aku punya apa untuk membuatmu suka?
tak ada kan.
atau kau hanya berniat menenangkanku dari rasa jenuh?
kujabarkan semua hal yang menurutku mustahil kau bisa menyukaiku
namun perlahan kau seolah mematahkan semua alasan yang kupunya
alasan yang selama ini menyiksaku sendiri
bersyukurnya aku untuk pneghujung hari ini
terimakasih sudah kau hilangkan jenuhku
perihal semua yang kau katakan biarlah kujadikan obat semangatku
terlepas itu benar ataupun tidak
biar kuserahkan padaNya Yang Maha Tau.

-ir-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan, Senja, dan Kamu

ya, aku sadar diri!

Lelaki Senja dan si Perindu