Si Perindu yang diam..

Pada kedatanganmu yang berulang
Aku tetap berteman diam
Membungkam ribuan rindu yang tersimpan
Tersembunyi dibalik aksara dan harapan
Kukira pemain akting terbaik ada di layar kaca
Ternyata salah..
Ada seorang perindu berdrama dalam kenyataan
berpura-pura seolah tak terjadi apa-apa
mencoba mengubah rasa menjadi makna
menuangkan semua dalam tulisan sederhana
yang mungkin bahkan tak akan pernah sempat kau baca
Sepertinya kubutuh lebih banyak detik untuk memanjangkan hari
Agar setumpuk rindu itu sedikit terobati
Meski hanya mampu sedikit mencuri tatap
Aku tetap jadi si perindu yang diam
Diam-diam menyusun harap dalam bait do’a malam

-ir-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan, Senja, dan Kamu

ya, aku sadar diri!

Lelaki Senja dan si Perindu