Mengenal Tanpa Perkenalan
Berawal dari senja sore itu
saat retinaku menatap satu sorot mata dari sosok yang masih asing di kepalaku
tiba-tiba dia hadir dalam mimpi malamku
fikirku "ah, itu hanya bunga tidur"
tapi semakin aku menepisnya justru sosok itu semakin menyita perhatianku
tanpa sadar kupandangi setiap lalu lalangnya, dengan banyak pertanyaan tanpa jawaban.
siapa dia? kenapa semakin sering bertamu dalam mimpiku? kenapa mencuri separuh perhatianku?
disetiap pagiku mulai disuguhi sosoknya, sampai senjapun sepertinya jadi candu memandang setiap langkahnya, akupun jadi sering menikmati malam sembari menunggu sosoknya tertangkap retinaku.
aku mulai jadi pemerhati, sorot matanya, senyumnya, dan terus berulang.
sudah puluhan fajar dan senja bergantian, dan yang kurasa masih sama!
entah rasa seperti apa, sulit kudefinisikan.
yang jelas perhatian dan pandanganku semakin tersita.
sampai pada suatu hari sorot mata dan senyuman itu tak terlihat disetiap pagi dan senjaku, aku seperti kehilangan sesuatu.
ya, ternyata aku merindu!! aneh? jelas aneh!
bagaimana bisa merindu tanpa mengenal objek yang dirindukan? lantas apa ini jika bukan rindu?
pertanyaan semakin menumpuk di otakku.
entah ada apa denganku, ini diluar dayaku!
meski aku mulai belajar membiasakan diri tanpa rasa ingin tahu tentang sosoknya, mungkin bisa sedikit menghambarkan rasa.
tapi aku masih gagal!
jantungku sempat dibuat terjatuh, saat kuterima satu pesan
oh Tuhan itu darinya.
dan ini benar-benar gagal menghilangkan rasa, karna justru aku semakin tertarik menikmati alur cerita ini
kita mulai bertukar cerita dengan perbincangan yang mengalir begitu saja, meski kadang aku harus berfikir mencari topik cerita.
setidaknya sedikit lega, meski tetap tak kutemukan jawaban dari pertanyaan yang masih menggantung di kepalaku.
yah ini rutinitas baruku, setiap hari ada yang selalu kutunggu.
bukan, bukan dia, hanya notifikasi pesan darinya, suara yang membuat aku tersenyum mendengarnya.
aku seperti orang aneh kali ini, tersenyum sendiri saat membaca pesan darinya.
tidak, aku hanya sedang sedikit bahagia saja.
bahagia yang sederhana
aku mengenalnya tanpa perkenalan.
-ir-
saat retinaku menatap satu sorot mata dari sosok yang masih asing di kepalaku
tiba-tiba dia hadir dalam mimpi malamku
fikirku "ah, itu hanya bunga tidur"
tapi semakin aku menepisnya justru sosok itu semakin menyita perhatianku
tanpa sadar kupandangi setiap lalu lalangnya, dengan banyak pertanyaan tanpa jawaban.
siapa dia? kenapa semakin sering bertamu dalam mimpiku? kenapa mencuri separuh perhatianku?
disetiap pagiku mulai disuguhi sosoknya, sampai senjapun sepertinya jadi candu memandang setiap langkahnya, akupun jadi sering menikmati malam sembari menunggu sosoknya tertangkap retinaku.
aku mulai jadi pemerhati, sorot matanya, senyumnya, dan terus berulang.
sudah puluhan fajar dan senja bergantian, dan yang kurasa masih sama!
entah rasa seperti apa, sulit kudefinisikan.
yang jelas perhatian dan pandanganku semakin tersita.
sampai pada suatu hari sorot mata dan senyuman itu tak terlihat disetiap pagi dan senjaku, aku seperti kehilangan sesuatu.
ya, ternyata aku merindu!! aneh? jelas aneh!
bagaimana bisa merindu tanpa mengenal objek yang dirindukan? lantas apa ini jika bukan rindu?
pertanyaan semakin menumpuk di otakku.
entah ada apa denganku, ini diluar dayaku!
meski aku mulai belajar membiasakan diri tanpa rasa ingin tahu tentang sosoknya, mungkin bisa sedikit menghambarkan rasa.
tapi aku masih gagal!
jantungku sempat dibuat terjatuh, saat kuterima satu pesan
oh Tuhan itu darinya.
dan ini benar-benar gagal menghilangkan rasa, karna justru aku semakin tertarik menikmati alur cerita ini
kita mulai bertukar cerita dengan perbincangan yang mengalir begitu saja, meski kadang aku harus berfikir mencari topik cerita.
setidaknya sedikit lega, meski tetap tak kutemukan jawaban dari pertanyaan yang masih menggantung di kepalaku.
yah ini rutinitas baruku, setiap hari ada yang selalu kutunggu.
bukan, bukan dia, hanya notifikasi pesan darinya, suara yang membuat aku tersenyum mendengarnya.
aku seperti orang aneh kali ini, tersenyum sendiri saat membaca pesan darinya.
tidak, aku hanya sedang sedikit bahagia saja.
bahagia yang sederhana
aku mengenalnya tanpa perkenalan.
-ir-

Komentar
Posting Komentar