aku..

Sejenak waktu menuai hebat
Memasuki mimpi lewat angan indah
Langit mulai melukis warnanya
Menghitam tanpa tepi
Memendam harapan para asa yang menanti
Kadang hati se-egois ini
Merindu tanpa permisi
Waktupun seakan tak berjeda
Kala sang perindu ini terbawa suasana
Berulang kali mencoba bercerita lewat sajak gila
Aku, pengagum si senja lewat pena
yang selalu menyebut namamu dalam do'a

-ir-





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan, Senja, dan Kamu

ya, aku sadar diri!

Lelaki Senja dan si Perindu