pinta si perindu

Langit memuntahkan seribu angan lewat awan
Sedang mendung begitu kejam
Menutup biru menjadi hitam
Angan dan rindu mulai bertamu
Angin mengantar dengan riuhnya
Dan berbisik memekik telinga
“hai kau si perindu yang malang” katanya.
Sepertinya aku harus keluar
Melebur rindu ditengah hujan
Sembari menyamarkan tangis yang serupa rintiknya
Tuhan.. si perindu ini lelah
Bisakah kau hapuskan sedikit rasa yang tumbuh ini
Karna aku tak terlalu kuat untuk kecewa
Nanti saat hujan reda biar kubereskan sisa rindu-rindu yang berserakan
Yang mulai berdebu karna terabaikan.

-ir-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan, Senja, dan Kamu

ya, aku sadar diri!

Lelaki Senja dan si Perindu