B erawal dari senja sore itu saat retinaku menatap satu sorot mata dari sosok yang masih asing di kepalaku tiba-tiba dia hadir dalam mimpi malamku fikirku "ah, itu hanya bunga tidur" tapi semakin aku menepisnya justru sosok itu semakin menyita perhatianku tanpa sadar kupandangi setiap lalu lalangnya, dengan banyak pertanyaan tanpa jawaban. siapa dia? kenapa semakin sering bertamu dalam mimpiku? kenapa mencuri separuh perhatianku? disetiap pagiku mulai disuguhi sosoknya, sampai senjapun sepertinya jadi candu memandang setiap langkahnya, akupun jadi sering menikmati malam sembari menunggu sosoknya tertangkap retinaku. aku mulai jadi pemerhati, sorot matanya, senyumnya, dan terus berulang. sudah puluhan fajar dan senja bergantian, dan yang kurasa masih sama! entah rasa seperti apa, sulit kudefinisikan. yang jelas perhatian dan pandanganku semakin tersita. sampai pada suatu hari sorot mata dan senyuman itu tak terlihat disetiap pagi dan senjaku, aku seperti kehilangan...