Postingan

Gambar
K ini keadaan memaksaku harus berteman akrab lagi dengan rindu perihal tentang keluargamu dan jarak kita yang baru lantas, bisakah kita bertahan untuk bersatu? saat kerumitan sudah semakin tak menentu jika harus jujur sungguh aku teramat butuh kamu tapi, bisa apa aku dengan segala hal yang tak ku mampu biarlah padaNya saja kita mengadu kelak jika memang iya kau dan akupun pasti bersatu. -ir-

Jangan

A ku ingin menjadi rumahmu yang selalu menjadi tujuanmu pulang sejauh apapun kau pergi kumohon jangan mencoba rumah lain meskipun hanya sekedar singgah sebab, saat kau temukan rumah yang lebih nyaman kau akan sulit untuk pulang. -ir-

Di awal Juliku

Untuk awal juli termanisku denganmu yang kini tak lagi sekedar angan tempat dan suasana yang kusuka malam ini kurasa lebih dingin dari biasanya sudah 30 menit kita melawan hawa malam masih dengan sikap malu-malu ku hingga akhirnya ribuan rindu yang kupendam menguasaiku lalu sebuah pelukan pertama menghangatkannya sungguh ini manis sekali rindu yang kau hangatkan dalam dinginnya hawa bulan juli -ir-

Bahagia dipucuk jenuhku

10.5 S edari fajar menyapa ada perasaan berkecamuk yang tak bisa kujelaskan lelah, jenuh, ingin menangis bahkan berteriak ada yang tak biasa entah kenapa hari ini aku sama sekali tak menunggu notifikasi pesan darimu seperti halnya yang biasa kulakukan bahkan melihat lalu-lalangmu seolah biasa saja tak ada semangat hari ini hingga saat senja menyapa pun kurasa jadi biasa tak menarik hanya sekedar jingga tak menawan yang perlahan menghitam notifikasi pesanmu tiba-tiba datang bersama sebuah pertanyaan entah dari manakau tau kebimbanganku yang akhirnya memaksa jenuhku tak terbendung lalu, gerimis jatuh dari mataku sendiri namun ada yang masih sulit kupercaya katamu, kau merasakan hal yang sama sepertiku tak bercandakah kau tuan?? jagan bermain dengan hatiku aku ini siapa? aku punya apa untuk membuatmu suka? tak ada kan. atau kau hanya berniat menenangkanku dari rasa jenuh? kujabarkan semua hal yang menurutku mustahil kau bisa menyukaiku namun perlahan kau seolah me...

16.5

T erimakasih untuk 570 menitnya hari ini entah mimpi apa aku semalam sungguh semesta lagi lagi sangat baik seharian ini hatiku riuh tak pernah terlintas sebelumnya menikmati perjalanan berdua kurasa keberuntungan sedang memihakku rindu dan kamu sudah tak berjarak kali ini sangat dekat sungguh, diatas motor aku merasa egois tadi kau hanya untukku dan tak ingin kubagi -ir-

Februari Kala Itu

F ebruariku.. Februari penuh resah semua hal sempat mendesakku mundur hingga aku tak percaya satu orang-pun untuk kuberbagi hanya Tuhanku yang tau kala itu sajadah yang selalu basah tiap kali menceritakan tentangmu "Tuhan.. hilangkan rasa ini jika dia tak baik untukku" pinta yang selalu ku ulang sepanjang februariku rasanya kusudah putus harap tapi.. entah Tuhan seolah mempunyai jawaban lain karna justru rasa yang kupunya semakin tak tau diri -ir-

Berkat Alergi (6.5)

M inggu malam pertama di bulan mei 16 menit yang singkat bersamamu kurasa gelapnya malam tak menakutkan kali ini jalanan sunyi tapi, jika saja suara hatiku dapat kau dengar mungkin kau akan menutup telinga dia riuh ramai sebab si hati sudah berteriak kegirangan "Terimakasih Alergi" katanya -ir-

Peramal (2)

Gambar
S elamat malam tuan peramal adakah sedikit waktu luangmu untuk sekedar menemaniku menikmati malam aku rindu obrolan kecil dan candaanmu bisakah kau membantuku kali ini menjawab semua pertanyaan yang masih menyita otakku menghilangkan semua bimbang dan ragu aku ingin bebas dari rasa tak jelas rasa yang entah menetap atau hanya sekilas dan setumpuk rindu yang tak terbalas. -ir-

kesal

Bolehkah kau kubunuh malam ini?? biar mati saja kau dalam sajakku aku lelah. sebab kau tak pernah berhenti berlarian harusnya ku usir saja kau jangan dihati, ini bukan tempatmu cukup kuletakkan kau dalam do'a tak lebih diam, jangan kemana-mana!

Malam dan Pagi

Gambar
aku adlah malam yang sunyi menantimu sedangkau adalah pagi yang tak tergapai olehku aku hilang saat kau datang dan kaupun pergi kala hadirku ya, jelas kita tak ditakdirkan bersama -ir-

Bingkisan Semesta

Bisakah semesta mengirimkan bingkisan lagi untukku bingkisan berisi waktu dimana aku dan kamu dapat berada ditempat yang sama dan hanya berdua tak perlu gitar ataupun nyanyian lagi cukup kamu didepanku biar kunikmati baiknya semesta -ir-

22:00

Gambar
M alam, sunyi, dan kamu gitar dan nyanyian malam itu seluruhnya aku terdian saat kau bernyanyi kecuali degup jantungku kunikmati semua tentangmu untuk kusendiri kusembunyikan dalam mataku kaupun tak boleh tau yang kurasakan malam itu mata, senyum, tawa, cerita, suara, dan gitarmu semua tersimpan rapi dalam ingatanku terimakasih 14 januari. -ir-

Kau dan Tulisanku

Gambar
M uak kah kau jadi objek tulisanku? jika jawabanmu iya, lantas aku bisa apa? berhenti menulis? maaf tuan aku tak bisa sebab kau dan tulisanku adalah dua hal yang paling kusuka -ir-

Kaupun tau

Gambar
020518 1.49.53 malam itu kau jadi peramal yang ku ingin hanya solusi tapi dengan semua tanyamu kau seolah paham semua yang kupendam kau buat tanya yang jelas kaupun tau jawabannya untuk apa? menertawakanku?? jangan! kau tak tau sulitnya memendam kau tak tau sakitnya jatuh cinta diam-diam kini semua yang kusimpan sudah kau bongkar tapi kini justru aku harus menghadapi tak karuannya hati dan degub jantung berlebih saat ada kamu oh tuan peramal.. ini menyiksa bantu aku untuk lupa jika kau tak suka bantu aku pergi berlalu jika kau terganggu sekarang apa dayaku kau terlanjur tau -ir-

Diantara Kenyamanan dan Kenyataan

Gambar
S emesta teramat baik memberikan waktu yang sempat kuminta (lagi) menikmati ratusan detik yang takkan mudah terulang oh semesta.. sebenarnya aku kacau malam itu menatapnya lama membuatku sedikit resah bagaimana bila rasa ini tak mampu kukendalikan? bagaimana bila dia mampu membaca apa yang kusembinyikan dimataku? sungguh aku tak berkutik malam dengan ribuan kebimbangan aku berada di antara kenyamanan yang menakutkan dan kenyataan yang menyakitkan. -ir-

Renungan sore ini

Gambar
Bagaimana aku bisa belajar mensyukuri setiap hal sederhana dalam hidup Meski senja yang kunanti enggan menampakkan diri Setidaknya debur kecil ombak dan hembusan angin menyuguhkan sedikit ketenangan Dan kelak, ada hal yang membuatku tersenyum kala mengingat sore ini -ir-

sudikah waktu

Gambar
K acau!! itu definisi dari perasaanku saat ini Semua terasa begitu berat Segala hal tentangmu cukup menyita hariku Ku ingin berlari, hilang, lepas Tapi apa yang sebenarnya ingin kulepaskan? Sedang kaupun tak pernah digenggaman Melepas begitu banyak harap dari kecewa yang sudah menanti? Dari hatimu yang bahkan untuk mengetuknyapun aku tak sanggup Yakin bisa? Entahlah, Mungkin waktu sudi membantuku Mungkin... -ir-

Bagaimana bisa (?)

Gambar
Saat sosoknya sudah menjadi candu Sedang mata tak berani menatap lebih dalam Bagaimana bisa bertahan dengan segala diam? Saat hati sudah dititik puncak rindu Sedang kata hanya sampai dibatas kertas dan pena Bagaimana bisa bertahan dengan seribu bungkam? Saat hati sudah terlanjur dijatuhkan Sedang semua hanya terhenti dibatas harap Bagaimana bisa bertahan dengan hampanya penantian? Saat segala tentangnya sudah memenuhi kepala Sedang didepannya kau tutup dengan kepura-puraan Bagaimana bisa bertahan dengan segala kepalsuan? -ir-

Menyalahkan Rasa

D i keheningan malam dingin membisukan setiap perkataan yang ingin terlontar tak ada lelap setengah malam ini rinduku terjaga lirih memintamu wahai yang menyentuh hati tak bisakah perbedaan ini dikesampingkan??  sedang rasa hadir begitu saja tanpa melihat siapa kita bagaimana aku menghilangkannya? Jika rasa ini salah, lantas salah siapa? Sedang hatipun begitu cepat meletakkan rasa sebenarnya akupun lelah asapun hampir sirna hanya ada aksara ukiran kata dan garisan pena yang bisu tanpa nada. -ir-

Aku Menyerah

Gambar
M alam melempar butiran hujan mencegah bulan berpendar gelap dan dingin menyatu sama seperti suasana hatiku ada apa malam ini? cukup hati, cukup!! biarkan aku berhenti sebelum terlampau jauh sebelum semakin terjatuh mulai kusadari ada rasa nyaman dan rasa gundah tapi hati tak mengingkari saat hati terus berusaha yakin saat itu juga hati mengajak untuk menyerah esok ketika kau mulai melihatku berbeda dari hari ini atau kemarin pahamilah.. aku sedang belajar caranya mundur perlahan. -ir-

Sederhana

Gambar
h ai fatamorgana.. seperti biasa, aku jadi pemerhatimu sore ini kau jadi titik dimana retinaku berporos menikmati lalu lalang hingga senja membawamu hilang dari pandangan dayaku sebatas ini! bercerita lewat kata yang bahkan mungkin takkan sempat kau baca aku bukan seorang penyair, aku menulis hanya sekedar untuk mengabadikanmu dalam tulisanku kau tau kenapa?? sederhana, karna aku menyukaimu. -ir-

Tak perlu diartikan

Gambar
D ipenutup sore tadi senja tak sempat menyapaku Suara notifikasi pesanmu mengalihkan perhatianku Kunikmati s etiap kalimat kecil yang membuatku tersipu Sebatas canda namun mampu mengetuk rasa Kau memang ahli, Menggenggam hati tanpa kau sadari Bagaimana tidak, hanya lewat tatap kau mampu membuatku ingin menetap Menetap dihatimu yang entah siapa penghuninya Tolong, jangan kau artikan isyarat-isyarat kecil dariku Sebab tak terlintas sedikitpun keinginan tuk kau tau Tentang sebuah rasa yang tengah kuperjuangkan Tentang segala muasal rindu yang tersimpan Yang memang semua jawabannya KAMU Fatamorganaku.. -ir-

Si Perindu yang diam..

Gambar
P ada kedatanganmu yang berulang Aku tetap berteman diam Membungkam ribuan rindu yang tersimpan Tersembunyi dibalik aksara dan harapan Kukira pemain akting terbaik ada di layar kaca Ternyata salah.. Ada seorang perindu berdrama dalam kenyataan berpura-pura seolah tak terjadi apa-apa mencoba mengubah rasa menjadi makna menuangkan semua dalam tulisan sederhana yang mungkin bahkan tak akan pernah sempat kau baca Sepertinya kubutuh lebih banyak detik untuk memanjangkan hari Agar setumpuk rindu itu sedikit terobati Meski hanya mampu sedikit mencuri tatap Aku tetap jadi si perindu yang diam Diam-diam menyusun harap dalam bait do’a malam -ir-

pinta si perindu

Gambar
L angit memuntahkan seribu angan lewat awan Sedang mendung begitu kejam Menutup biru menjadi hitam Angan dan rindu mulai bertamu Angin mengantar dengan riuhnya Dan berbisik memekik telinga “hai kau si perindu yang malang” katanya. Sepertinya aku harus keluar Melebur rindu ditengah hujan Sembari menyamarkan tangis yang serupa rintiknya Tuhan.. si perindu ini lelah Bisakah kau hapuskan sedikit rasa yang tumbuh ini Karna aku tak terlalu kuat untuk kecewa Nanti saat hujan reda biar kubereskan sisa rindu-rindu yang berserakan Yang mulai berdebu karna terabaikan. -ir-

kau..

Gambar
B eberapa hari ini penaku absen menulis tentangmu Terasa berat, hanya tersekat dalam otak Rasanya semua terhenti sebatas angan Bisakah kau duduk disebelahku sebentar saja Akan kuceritakan sesuatu Kau tau, aku punya panggilan baru untukmu “si fatamorgana” Karna sampai detik inipun kamu hanya hayal semu Sebatas indah dalam angan dan mimpi Sedang kau tak ada dalam nyataku Kau muasal imajinasiku, mendongeng cerita indah kala sunyi bertamu Menutup malam larutku penuh lamunan tentangmu Bagai fajar penghangat pagiku Layaknya merah jingga pemanis senjaku Tapi..  semua tetap terbungkus angan semu Sungguh, kau ilusi semata wahai fatamorgana -ir-

aku..

S ejenak waktu menuai hebat Memasuki mimpi lewat angan indah Langit mulai melukis warnanya Menghitam tanpa tepi Memendam harapan para asa yang menanti Kadang hati se-egois ini Merindu tanpa permisi Waktupun seakan tak berjeda Kala sang perindu ini terbawa suasana Berulang kali mencoba bercerita lewat sajak gila Aku, pengagum si senja lewat pena yang selalu menyebut namamu dalam do'a -ir-

Lelaki Senja dan si Perindu

Gambar
H ai kau.. si lelaki senja bagaimana kabar hatimu? sudahkah ada sedikit cela untuk si perindu ini? sepertinya mustahil. kau tau, kenapa kau kusebut “ lelaki senja ” coba sebentar saja kau nikmati senja indah bukan? Tapi hanya sesaat kemudian hilang tergantikan hitam sama sepertimu. harusnya kita bertukar hati sehari saja agar kau tau seperti apa jadi aku si pengagum dari jauh yang diam-diam menatap diam-diam berharap tenang, aku cukup tau diri untuk mengharap bersama hanya menaruh harap semoga kau tetap dipeluk bahagia meski bukan dengan si perindu ini -ir-

Rindu Posesif

Gambar
R indu akanmu malam ini terlalu memaksa Menjelma angin Dinginnya tak biasa Membuat gigil. Sudah kutarik selimut tetap saja memaksa masuk Sudah, pergilah! Aku sedang tak ingin menjamu rindu Harus apa aku menepismu?? Sulit! Angin rindu ini terlalu posesif -ir-

ya, aku sadar diri!

Gambar
S ombong sekali aku Berfikir kau beruntung selalu menjadi objek tulisanku Mungkin menurutmu ini hal bodoh dan lucu Tak apa.. Bisa apa aku yang hanya mampu bercerita dengan sebuah pena Terkadang juga dengan Tuhanku dalam sebuah do’a Itu saja. Ya, aku sadar diri! -ir-

Bisa Apa Aku?

Gambar
M asih dengan bau hujan sore tadi Ditemani kertas penuh coretan Sudah dua gelas coklat kuhabiskan Kufikir bisa menghangatkan sisa rindu Tetap saja dingin membeku Sama seperti sikapmu Yang aku tau setiap rindu menuntut pertemuan Tapi jika hanya memandang akankah terobati?? Entahlah... Bisa apa aku! -ir-

Hujan, Senja, dan Kamu

Gambar
S oreku sendu Dinginnya hujan mendekapku serupa kerinduan Seketika terlintas sosok baru dalam cerita baru Tak ingin rasanya kutepis Biar kunikmati bersama secangkir coklat panas Ditemani aroma hujan yang tenang Tiba-tiba terlintas lekung senyum itu Sorot mata itu Ah! Kau berhasil menyita fikiranku sore ini Meski senjaku tergantikan hujan Soreku tetap manis Karna kamu... lebih dari keindahan senja -ir-

Mengenal Tanpa Perkenalan

Gambar
B erawal dari senja sore itu saat retinaku menatap satu sorot mata dari sosok yang masih asing di kepalaku tiba-tiba dia hadir dalam mimpi malamku fikirku "ah, itu hanya bunga tidur" tapi semakin aku menepisnya justru sosok itu semakin menyita perhatianku tanpa sadar kupandangi setiap lalu lalangnya, dengan banyak pertanyaan tanpa jawaban. siapa dia? kenapa semakin sering bertamu dalam mimpiku? kenapa mencuri separuh perhatianku? disetiap pagiku mulai disuguhi sosoknya, sampai senjapun sepertinya jadi candu memandang setiap langkahnya, akupun jadi sering menikmati malam sembari menunggu sosoknya tertangkap retinaku. aku mulai jadi pemerhati, sorot matanya, senyumnya, dan terus berulang. sudah puluhan fajar dan senja bergantian, dan yang kurasa masih sama! entah rasa seperti apa, sulit kudefinisikan. yang jelas perhatian dan pandanganku semakin tersita. sampai pada suatu hari sorot mata dan senyuman itu tak terlihat disetiap pagi dan senjaku, aku seperti kehilangan...

Tanpa Peduli

Gambar
D alam keramaian aku hampa sepi dan berantakan aku terabai, mengacau aku tersisih, menusuk duri tajam itu berkabut abu-abu.. mengoyak kerapuhanku pada keasingan ini seakan ku tak layak tuk ada seolah ku tak diinginkan  tuk ada aku ini sampah, terbuang teronggok perih di sini.. tapi siapa mau peduli? aku bukan siapa siapa… hanya manusia tak berharga, tak berdaya.

Ingin Kutulis Takdirku sendiri

jenuh.. itu yang kurasa saat  ini semua terasa asing, hampa bahkansaat  melihatmupun kurasa biasa, nothing specia l mungkin ku terlalu lelah jalani cerita tentangmu hingga kurasa semua percuma aku semakin benci dengan hatiku sendiri setelah kian lama kucoba mengukir rindu dihatimu namun, apa dikata sampai saat ini membuka hatimupun kutak sanggup selemah itukah aku didepanmu ? ataukah, tuhan memang tak menakdirkanmu untukku ? bukannya tuhan itu adil ? lalu, mengapa tuhan tak ciptakan dia untukku ? bukan maksudku menyalahkan.. mungkin hanya karena keinginanku yang terlalu berharap akanmu aku tak sanggup jika harus terus begini tersiksa dengaan perasaanku sendiri bukannya cinta itu anugerah ? lalu, mengapa tak kau anugerahkan cintanya untukku ? ya rabb.. ingin rasanya kutulis takdirku sendiri -ir-

The Qur’an and Hijab

Islam has strongly emphasized the concept of decency and modesty in the interaction between members of the opposite sex. Dress code is part of that overall teaching. There are two verses in the Qur’an in which Almighty Allah talks about the issue of decency and  hijab  as defined earlier. the first verse In Chapter 24 known as an-Nur (the Light), in verse 30, Allah commands Prophet Muhammad as follows: قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَ يَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ, ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ. “ Say to the believing men that: they should cast down their glances and guard their private parts (by being chaste). This is better for them.” This is a command to Muslim  men  that they should not lustfully look at women (other than their own wives); and in order to prevent any possibility of temptation, they are required to cast their glances downwards. This is known as “ hijab   of the eyes”. Then in the next verse Allah commands t...